Postingan

Perkara Ilmiah

Gambar
Alkisah,  pada sebuah kerajaan yang terletak di ujung dunia, batas akhir cakrawala bintang sore. kerajaan nun di sana, hiduplah seorang cerdik bestari, Ia adalah Siwut, juga seorang anggota dari perkumpulan ilmuwan kerajaan. Ia bersama sebelas orang lainya terhimpun dalam Teretimba Saintific Club atau dapat disingkat TSC. Tetapi orang-orang lebih suka memanggil mereka dengan julukan "Begawan Cangkul" sebab pekerjaan mereka adalah menggali pengetahuan baru serta, kadangkala, juga menimbun kepercayaan moyang orang-orang.  Meskipun TSC atau Begawan Cangkul baru terbentuk enam bulan terakhir, bebarengan dengan majunya putra mahkota Teretimba menggantikan ayahnya, Teretimba Saintific Club banyak membawa kecermelangan, mulai hadirnya teknologi digital super canggih hingga urusan rekayasa genetik. Meskipun banyak orang-orang yang masih meragukan metode mereka dalam menjawab problematika kehidupan.  Kebanyakan orang-orang Teretimba masih mengandalkan batu-batu bertu...

Tiga Puisi Kerikil (Duka Kita Bersama)

Malam Yang Dingin Aku ketemukan, seorang wanita menggigil lantaran hutannya di-gunduli, padahal ia merawatnya ribuan tahun: Ia bersitahan terhadap rasa sakit yang menyuarakan penghabisan Aku ketemukan, seorang anak kecil bersusah payah memintal sisa hari, sambil terisak mengenang bapaknya yang tertimbun bekas galian: Ia meraba-raba Sempatkah mereka mengabarkan padaku? Aku ketemukan, pria tua kepayahan menanak batu, ia uleni bersama keganjilan yang meletup-letup, menaburinya dengan sedikit saja harapan, sebab sebagian yang lain sudah ia jual kemarin sore Lantas ia bertanya: Selepas ini, adakah yang mau membantu Ratuku menanam ribuan pohon? . . . Muncar, 2/07/21 Dan Penjual Yang Kesepian Bahwa cinta tak bisa ditindas "Anglo, teko bocor…. Gelas pecah. Hati tersayat…." Ia tulis begitu, dalam sela-sela catatan untung-rugi Ia melanjutkan "Apakah mampu puisi ini…. Bukan, tentu bukan…." Ia mencoret kata puisi "Maksudku…." Ia melanjutkan sambil tengadah "Adala...

Tukang Patri

Gambar
Tukang Patri Dan Apakah Sebungkus Nasi Mengabarkan Luka? Sekarang, kebanyakan orang, jika mendapati ada panci atau wajannya bocor lebih memilih membuang atau meloakannya, daripada memperbaikinya. Dulu, untuk mengatasi hal demikian, orang-orang akan menggunakan jasa tukang patri. Ya, tukang patri mampu membuat panci yang semula bocor, sekita mujarab lagi buat olah-olah di dapur. Nahas, pada zaman yang sudah tidak ingin ditambal inilah jasa tukang patri tak lagi seberkhasiat dulu. Orang-orang lebih memilih membeli panci baru lantaran daya beli manusia kekinian luar biasa besar, apalagi gengsinya.  Namun, dalam kebocaran zaman yang sedemikian rupa, Tukaji masih setia dengan penggawaiannya itu. Pria sepuh 60 tahunan itu sudah mendedikasikan hidupnya pada alat patri yang usang. Bersama sepeda ontel yang juga reyot, ia mengitari jalan-jalan desa, dengan ketabahan diatas rata-rata ia menunggu pelanggan. Tukaji tidak menyebut semua itu sebagai kemalangan, ia masih menganggap di...

Pekik Hal Dan Lain-lain

Gambar
Pekik Hal Dan Lain-lain Syahdan, gemuruh ombak di tepian pantai Samudro Welas para nelayan dan segala apa yang menjadi kesadaran samudera raya berjalan sebagaimana mustinya. Pada sebuah lincak bambu, sembari menikmati angin semilir yang berembus mengeringkan keringat, Cakil dan Bata sejenak mengaso. Sebab perjalanan jauh mengemban titah Ki Ageng Kala Khawatir.  "Kalau mungkin yang aku kenang hanya masa depan, haruskah aku pergi ke masa lalu?" Tukas buto Cakil kepada buto Bata. "Kalaulah dia berada di sana, masihkah mampu waktu mengutuk pertemuan?" Lanjutnya. "Hus! Ngawur kamu itu. Ngomong mbok-ya sing jelas. meskipun kita buto, bukan berarti kita harus serakah. Ngomongmu itu sudah seperti menteri-menteri Yunani kuno wae. Ayolah, kita berperan seperti biasa saja" sahut buto Bata, sembari menyulut perdiangan pada ujung bibirnya. "Lah! Dirimu, kan, belum mengalami yang namanya cinta, to, belum tahu rasanya rindu, kan?" Tanggap Cakil, sek...

LARUNG

Gambar
Sembari menunggu ayahmu pulang Ibumu telah usai menimang kata-kata : Ia menidurkannya Lantas ia sepenuhnya wanita perkasa Membopong matahari dari perantauan Sebab puisi pun tak mampu Mengarungi samudera seperti ayahmu Dan Ibumu mengolah rembulan Sebagai bekal ayahmu di malam hari Lalu di tepi pantai Kalimoro Kau mulai merapal mantra : Semoga hidup baik-baik saja Sedangkan di sana Pada luas samudera raya Ayahmu masih sibuk menjala doa-doa Yang kau selipkan dalam dadanya Sebagaimana seharusnya Semilir angin mengeringkan keringat Dengan tubuh yang masih di balut laut Kau bertanya: Apakah di sana ada harapan? Kalimoro/2021/puisi/doa

Ketika Bilung Pergi Memancing

Gambar
[Ketika Bilung Pergi Memancing] Medan pertempuran itu tidak pernah gersang sama sekali, umpamanya hanya terik yang tidak adil: itu juga ada yang menafsirkan bahwa hidup perlu berteduh. Bahwa setiap dari kita hendaknya perlu waktu untuk sejenak manakar ulang segalanya. Ya, hidup ini memang keras. Meskipun, ada juga dari kita yang dengan segalanya memilih untuk tidak pernah berteduh, walau itu berarti harus membakar habis seluruh jiwa raga. Bilung, satu seorang abdi raja-raja yang barangkali tidak pernah ingin berteduh. Sebab, pikirnya, perang akan kesetiaan juga tidak boleh mangkir, maksudnya, memilih sebuah pilihan dalam hidup. Karena hidup ini pilihan, pikirnya. Entah apa yang kita pilih nanti, yang pasti waktu menuntut segala hal. Kali ini Bilung sedang cuti akbar, ia memutuskan untuk pergi memacing, ya, betul, itu hobi yang lumrah serta murah untuk orang semacam Bilung. Ia pergi memacing sendirian, meminjam sebuah sampan kecil milik Petruk, tepatnya, ia akan bilang kepad...

KUTIPAN HARI TUA

Gambar
Ini ialah waktu bagi siapapun untuk menjaga Pada sebuah kursi roda Sepasang sayap menunggu Pertanyaan-pertanyaan muskil Diantara lembah  Dan ngarai ujung matanya Ini ialah waktu bagi siapapun untuk menjaga Sebuah kursi roda Sepasang kekasih memantau hari Dalam sebuah mantra pertemuan Diantara lembah Dan tubir kata-katanya Adakah pada matahari yang ranum Sebuah jawaban? Adakah pada bintang-gemintang Arak-arakan pesta raya? Sehingga pada nadiku dan nadimu segera memintal sisa hari. Sehingga pada setiap hembus nafasku dan nafasmu mampu bersitahan terhadap rasa sakit. Sehingga pada akhir kalimat ini, aku enggan merelakanmu. __________________________________________________24/04/21/malam/tembakau/bwi